Posting Terbaru
Respon Terbaru
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
>           01 02
> 03 04 05 06 07 08 09
> 10 11 12 13 14 15 16
> 17 18 19 20 21 22 23
> 24 25 26 27 28 29 30
> 31            



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Search events by...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
Wajah Pengawas Dlm Foto
video
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Gemscool

Upaya Peningkatan Kemampuan Pengawas Sekolah Dalam Bidang Penelitian dan Karya Ilmiah

Oleh DRS H JUPEN MP.d
Kamis, 09 Januari 2014 12:03:24 Klik: 1653 Cetak: 322 Print version download versi msword

 

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM BIDANG
  PENELITIAN  DAN KARYA ILMIAH MELALUI BIMBINGAN DAN PENDEKATAN KOLABORATIF
                              DI DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG
        OLEH :  DRS H JUPEN MP.d  PENGAS SEKOLAH KOTA PADANG

Abstrak 
Penelitian ilmiah  dirasakan pengawas sekolah dilingkungan dinas pendidikan kota Padang barang mewah Pelaksanaan penelitian tentang tugas kepengawasan serta penulisan laporan penelitian dan karya tulis, asing dan sulit untuk dilakukan , dan pengawas sekolah merasakan kemampuannya masih sangat lemah/ kurang dalam melakukan penelitian-penelitian , bahkan pekerjaan penelitian dan penulisan laporan penelitian serta karya tulis ilmiah suatu pekerjaan yang sulit, membosankan, dan melelahkan.
Upaya mengatasi kesulitan  serta lemahnya kemampuan pengawas sekolah dalam bidang penelitian dan penulisan laporan penelitian serta pembuatan karya tulis ilmiah dapat diatasi melalui  bimbingan dan pendekatan kolaboratif. Bimbingan dan pendekatan kolaboratif ternyata dapat meningkatkan kemampuan pengawas sekolah di lingkungan dinas pendidikan kota Padang dalam bidang penelitian dan penulisan laporan hasil penelitian serta pembuatan karya tulis ilmiah .



I. PENDAHULUAN
Pendidikan memegang peranan kunci  dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas , untuk menjaga pendidikan yang berkualitas di Indonesia diperlukan adanya control mutu (quality control), yaitu yang mengawasi jalannya proses dari segala komponen pendukungnya , salah satu yang memegang amanah ini adalah Pendidik dan Tenaga Kependidikan ( PTK ). Pengawas sekolah merupakan salah satu dari tenaga kependidikan yang memegang peran strategis dalam pengontrolan pelaksanaan pendidikan di sekolah.
     Pengawas sekolah adalah guru pegawai negeri  yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah (PP 74 Tahun 2008 ) yang melaksanakan tugas pokok kepengawasan yang terdiri dari, kegiatan kepengawasan akademik, dan kegiatan kepengawasan manajerial serta kegiatan bimbingan dan pelatihan guru. Disini seorang pengawas diharapkan mampu untuk melaksanakan quality control dia harus memiliki dengan sempurna : (1) kecermatan melihat kondisi sekolah, (2) ketajaman analisis dan sintetis,(3) ketepatan dan kriatifitas dalam memberikan treatmen yang diperlukan serta (4) kemampuan berkomonikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah ( Kementrian pendidikan dan kebudayaan 20011).
      Berbicara tentang tugas pokok pengawas yang telah diamanatkan oleh PP 74 Tahun 2008 dan PP 21Tahun 2010 maka seorang pengawas dituntut untuk mengembangkan metode dan strategi kerja kepengawasan dalam bentuk penelitian dan karya tulis ilmiah seperti yang disebutkan oleh Bab IV fasal 12 PP NO 10 Tahun 2010. Oleh karena itu tidak ada jalan lain bagi pengawas sekolah kecuali segera  memulai kegiatan penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah secara serius, berani dan progresif untuk melihat kondisi sekolah secara analisis dan sintetis seta ketepatan dalam memberikan treatmen yang  diperlukan sekolah.
       Kenyataan di lapangan kebiasaan dan tradisi melakukan penelitian dikalangan pengawas sekolah memang masih sangat rendah. Kegiatan penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah bagi sebagian besar pengawas sekolah kota Padang masih dirasakan sebagai barang mewah dan asing, banyak diantara pengawas yang kurang percaya diri , atau merasa kualitas dirinya masih jauh dari yang diharapkan dalam bidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah. Akibat dari rialitas negative ini pengawas kurang mampu menjalankan fungsinya secara maksimal sebagai quality control dan motor perubahan serta  pendorong untuk peningkatan professional  guru di sekolah , kondisi seperti ini juga terjadi bagi pengawas yang berada di lingkungan dinas pendidikan kot Padang.
    Untuk mengatasi berbagai permasalahan di atas maka peneliti mencoba melakukan pembinaan melalui  “bimbingan dan pendekatan kolaboratif” , diharapkan dengan bimbingan dan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan kompetensi pengawas dibidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmah yang akhirnya memaksimalkan tugas dan fungsi seorang pengawas dibidang kepengawasan di sekolah.
Berangkat dari latar belakang di atas faktor-faktor penyebab yang teridentifikasi untuk melemahnya kemampuam penawas dibidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah di kota Padang adalah faktor ekstarnal dan internal. Faktor ektarnal  yaitu factor yang berasal dari luar pengawas , diantaranya tidak ada pembinaan dari yang berkompeten, biaya penelitian yang tidak pernah ada, jarang dan sangat langkah untuk mendapatkan pelatihan khususnya dalam bidang penelitian. Faktor internal adalah factor yang berasal dari  diri pengawas sendiri seperti motivasi yang kurang , tidak percaya diri dan malas.
    Pembatasan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada factor ekstarnal dari pengawas itu sendiri, yang merupakan penyebab lemahn/kurangnya kemampuan pengawas dalam melakukan penelitian dan penbuatan karya tulis ilmiah , penulis mencoba untuk meningkatkan kompetensi pengawas sekolah melalui bimbingan dan pendekatan kolaboratif , dalam bentuk penyusunan proposal, melakukan penelitian kepengawasan,dan pengolahan data penelitian, serta penulisan laporan penelitian.
    Dari batasan masalah di atas , rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah , bagai mana peningkatan kemampuan pengawas dalam bidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah setelah mengikuti bimbingan dan pendekatan kolaboratif . Serta tujuan dari penelitian ini untuk melihat seberapa besar peningkatan kemmpuan pengawas sekolah di dinas pendikan kota Padang dibidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah. Penelitian ini diharapkan  bermamfaat bagi pengawas khususnya pengawas kota Padang untuk dapat memberikan alternaif, tekhnik atau cara dalam melakukan pembinaan pada pengawas muda dan guru di sekolah.

II.    KAJIAN PUSTAKA

A.    Pengawas Sekolah
Pengawas sekolah adalah guru pegawai negeri sipil yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah
(PP 74 Tahun 2008) yang bertugas untuk menyusun program kepengawasan, melaksanakan program kepengawasan, dan melakukan bimbingan dan pelatihan profesional guru dan pengawas muda. Berdasarkan PP NO. 19 Thun 2005 tentang standar pendidikan nasinal salah satunya adalah pendidik dan tenaga kependidikan, pengawas sekolah merupakan salah satu dari tenaga kependidikan yang memegang peranan strategis untuk meningkat mutu pendidikan.
     Berbicara tentang peranan pengawas sekolah  dalam peningkatan mutu pendidikan, pengawas sekolah memiliki peran yang sangat signifikan dan strategis dalam meujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas khususnya di sekolah. Peran dan strategis pengawas sekolah di sekolah setidaknya sebagai tauladan dan rekan kerja yang serasi dengan kepala sekolah dan guru di sekolah. Disini seorang pengawas dituntut ilmiah, klinis, manusiawi, kolaboratif, artistic, interaktif, dan berbais kondisional social budaya .                                     
 

B.    Bimbingan dan Pendekatan Kolaboratif
1.    Bimbingan
Bimbingan adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan pengawas yang telah memiliki kemampuan
lebih dalam banyak hal pengetahuan dan keterampilan kepada kepala sekolah, guru-guru, dan pengawas muda dengan maksud agar kepala sekolah, guru dan pengawas muda dapat meningkatkan pengetahuan serta  ketrampilan untuk memajukan pendidikan di sekolah. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh A.J Jones, bimbingan adalah merupakan suatu program pemberian bantuan  seseorang pada orang lain dalam membetulkan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya . Sedangkan menurut L.D Crow dan A. Crow bimbingan adalah merupakan suatu bantuan yang dapat diberikan oleh seseorang terdidik pada orang  lain untuk dapat menjalankan kehidupan profesinya. (Depdiknas.2001).
    Dari berbagai pendapat dan teori tentang bimbingan oleh para ahli hakikat  yang terkandung dari bimbingan itu setidaknya berisi hal-hal sebagai berikut:
a.    Pemimbing perlu memahami  dengan baik dan sempurna  kasus-kasus atau masalah yang akan dibimbing .
b.    Pemimbing membuat program bersama dengan yang dibimbing untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan.
c.    Program bimbingan dilakukan dengan cara kolaboratif.
d.    Inti dari program bimbingan harus beroriantasi kepada peningkatan dan penguatan professional kepala sekolah, guru-guru dan pengawas muda. 
2.    Pendekatan Kolaboratif
Pendekatan kolaboratif adalah cara pendidikan yang memadukan  pendekatan efektif ( pendekatan
lansung) dengan non efektif ( tidak lansung ) menjadi pendekatan kolaboratif, disini antara pembimbing dengan yang dibimbing bersama-sama menerapkan struktur, proses, dan criteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap yang dihadapi  kepala sekolah, guru,dan pengawas muda. Dengan demikian pendekatan kolaboratif berhubungan pada dua arah, yaitu dari atas kebawah, dan dari bawah keatas.Disini prilaku supervisor atau pembimbing dapat menyajikan, menjelaskan, mendengarkan, memecahkan masalah dan negosasi ( Sahertian, 44. 2000 ). 
    Pelaksanaan bimbingan dan pendekatan kolaboratif dilakukan dengan metode supervise kelompok, supervise kelompok adalah suatu cara melaksanakan pogram yang diuntukkan pada pengawas dinas pendidikan kota Padang sesuai dengan analisis pemecahan masalah, kebutuhan, kelemahan yang sama dikumpulkan menjadi satu atau bersama-sama, kemudian pada mereka diberikan layanan/bimbingan sesuai dengan permasalahan-permasalahan  dalam penelitian.Hakikat dari pendekatan kolaboratif memprioritaskan pada pengembangan diri, peningkatan kesejetraan, dan sebagai mitra kerja dari pemimbing pada pengawas sekolah.
    Dari kondisi ini pendekatan kolaboratif diangap efektif berdasarkan beberapa indicator diantaranya ialah:
a.    Kinerja dan kompetensi yang dibimbing meningkat.
b.    Adanya kepuasan antara pemimbing dengan yang dibimbing.
c.    Komitmen terhadap program yang disusun .
d.    Terjadinya pengembangan dan peningkatan SDM antara pemimbing dengan yang dibimbing.

3.    Penelitian Ilmiah
Sesuai dengan tugas dan fungsi pengawas sekolah pada bahagian pengembangan profesi seorang
Pengawas dituntut untuk dapat melakukan penelitian dibidang pendidikan yang berujung pada peningkatan layanan pengawas dalam melakukan pengontrolan dan pembinaan secara professional di sekolah. Penelitian pendidikan , yaitu kegiatan penelitian yang selalu dilakukan sebagai upaya memahami dan memecahkan masalah secara ilmiah, sistematis, logis, yang dimaksud ilmiah disini mengandung pengertian pada fakta emperis yang diperoleh dari penyelidikan secara berkali-kali dan bersifat objektif, oleh karena itu bekerja secara ilmiah memerlukan dan menempuh langkah-langkah sistematis dan logis. Penelitian tindakan berasal dari bahasa inggeris , penelitian disebut dengan “ research  RE artinya kembali sedangkan search artinya mencari ”, jadi research , berarti mencari kembali, atau dapat diartikan pencarian pengetahuan  yang dilakukan terus menerus  terhadap sesuatu permasalahan.
    Dalam hal ini banyak sekali para ahli  menyebutkan pengertian penelitian diantaranya J.Suprapto mendefenisikan penelitian sebagai berikut , penelitian adalah usaha penyelidikan dari satu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau perinsip-perinsip dengan sabar hati-hati dan logis.(Jamal Makmur :2011,19 ). Sedangkan penelitian tindakan didefenisikan oleh tim pelatih proyek PGSM 1999, yang menyatakan bahwa pnelitian tindakan adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kematangan rasional dan tindakan mereka dalam melaksanakan tugas memper dalam tindakan terhadap tindakan –tindakan yang dilakukan.
    Dari berbagai pengertian yang dimunculkan oleh para ahli dalam penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a.    Pendahuluan yang terdiri dari ,
-    Latar belakang
-    Identifikasi masalah
-    Pembatasan masalah
-    Rumusan masalah
-    Tujuan penelitian dan mamfaat penelitian.
b.    Kajian pustaka (studi leteratur) yang memuat berbagai teori dan kajian pustaka tentang masalah penelitian yang digarap .
c.    Metodologi penelitian
d.    Hasil penelitian dan pembahasan
e.    Penutup ( kesimpulan dan saran )

III.    Metodologi Penelitian 
  Penelitian ini adalah penelitian tindakan ( action research ) dengan jenis penelitian tindakan
partisipan, yaitu orang yang akan melaksanakan penelitian harus terlibat lansung dalam proses penelitian dari awal sampai penelitian selesai . Penelitian ini dilaksanakan pada pengawas sekolah dilingkungan dinas pendidikan kota Padang yang mana pengawas yang berada di kota Padang sangat hetrogen dari pengelaman kerja, latar belakang pendidikan dan usia. Sumber data penelitian ini ada dua kelompok , yaitu pengawas sekolah dan peneliti sendiri, sumber data dari pengawas berupa dokumen (proposal penelitian , hasil penelitian, dan laporan penelitian), sedangkan dari peneliti sendiri berupa diskripsi atau paparan hasil pengamatan selama bimbingan dan pendekatan kolaborati berlansung.
    Obyek tindakan dalam penelitian ini adalah proses dan hasil pembinaan pengawas sekolah dalam bidang melakukan penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah.Untuk itu ada improvisasi dan inovasi kearah yang lebih baik dan sempurna dari sebelumnya. Prosedur penelitian dilaksakan dalam tiga siklus, setiap siklus tediri dari , perancanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi pada pengawas sekolah  yang mencakup kegiatan analisis, interprestasi, kesalahan dan evaluasi atas informasi yang diperoleh dari kegiatan observasi. Waktu Hasil pelaksanaan penelitian ini adalah selama 6 bulan mulai januari 2012 sampai Juni 2012.

IV.    Hasil dam Pembahasan
Sebelum kegiatan bimbingan dan pendekatan kolaboratif berlansung untuk peningkatan kemampuan pengawas dibidang penelitian , peneliti ingin menyampaikan kondisi riil pengawas sekolah dalam bidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah. Ini dilakukan untuk mengetahui secara  detail kondisi yang berada  pada pengawas sekolah di kota Padang , disisi lain peneliti juga  melakukan diagnosis atau dugaan sementara mengenai lemahnya kemampuan pengawas dalam bidang penelitian. Hal ini dilakukan untuk dapat melakukan berbagai tindakan atau strategi dalam mengatasi permasalahan tersebut.
    Dari data yang dihimpun melalui dokumen kepegawaian tenmtang kemampuan pengawas dalam bidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah yang dihubungkan dengan kenaikkan pangkat ternyata tidak ada satu orang pun pengawas sekolah yang naik pangkat terkendala dengan pengembangan profesi ( karya tulis ) yaitu sebanyak  59 orang yang terdiri dari , pengawas SD 11 orang, pengawas SMP 20 orang pengawas SMA 15 orang dan pengawas SMK 13 orang , bahkan ada yang sudah 12 sampai 14 tahun dipangkat yang dimiliki yaitu IV/a. Peneliti juga menghubungkan kemampuan pengawas dalam bidang penelitian dengan pendidikan terakhir  seperti terlihat pada table dibawah ini
Tabel Latar Belakang Pendidikan pengawas  dan  Hasil penelitian 
NO    TINGKAT    JENJANG PENDIDIKAN    DESKRIPSI
        S1    S2    S3   
        MAX    %    MAX    %    MAX    %   
1    SD    3     27    8    73    0    0    ada 2 orang hanya sampai proposal
2    SMP    5    25    15    75    0    0    1 orang hanya sekedar data mentah
3    SMA    2    13    13    85    0    0    3 orang sampai  laporan penelitian
4    SMK    2    15    11    85    0    0    ada 2 orang sudah sampai laporan

Berdasarkan data di atas dapat diketahui dari pengawas sekolah tingkat SD  sebanyak  3 orang berlatar belakang pendidikan Serjana (SI) dan 8 orang sudah S2, dari dokumen yang dikumpulkan dari 11 orang ternyata dua  orang yang pernah melakukan penyusunan proposal penelitian dan terdokumentasi dalam bentuk proposal  penelitian. Untuk pengawas tingkat SMP dari 20 orang yang dijadikan subjek penelitian 5 orang SI dan 15 orang sudah S2, namun dari dokumen yang dikumpulkan ternyata juga satu orang yang pernah melakukan penelitian dan terdokumen dalam bentuk data laporan hasil penelitian yang belum diolah sama sekali . Sedangkan untuk pengawas SMA sebanyak 15 orang , SI 2 orang dan S2  sebanyak 13 orang dari seluruh pengawas SMA ternyata yang pernah melakukan penelitian dan terdokumen dalam bentuk lsaporan prnelitian hanya tiga orang itu hanya satu kali saja selama menjadi pengawas. Untuk pengawas SMK 2 orang SI dan 11 orang mempunyai latar belakang pendidikan S2, ternyata dari 13 orang ini yang sudah melakukan penelitian juga satu orang. Dari data tersebut di atas  menginformasikan bahwa pendidikan secara formal untuk pengawas dalam melakukan penelitian sudah cukup tapi ternyata belum mempunyai hubungan yang signifikan antara latar belakang pendidikan seorang  pengawas  dengan hasil penelitian.
A.  Pelaksanaan siklus pertama ( siklus I )
Perencanaan , perancanaan yang dilakukan pada siklus pertama ini adalah sebagai berikut: 
-    Mnysun program bimbingan bersama pengawas sekolah kota Padang
-    Mensapakati jadwal pelaksanaan yang telah disusun  dengan seluruh pengawas yang dijadikan subyek penelitian.
-    Mensepakati aturan-aturan dalam pelaksanaan bimbingan dan pendekatan kolaboratif.
-    Membuat komitmen bersama untuk dibimbing dalam bidang penelitian  serta  melengkapi data-data dalam penelitian kepengawasan di sekolah binaan masing-masing.
Pelaksanan ( action ) , pelaksanaan bimbingan dan pendekatan kolaboratif untk meningkatkan kemampusan pengawas  dalam bidang penelitian dan pembuatan karya tulis ilmiah dilakukan sebagai berikut:
-    Melakukan pertemuan awal dan mensosialisasikan program .
-    Melakukan bimbingan kelompok untuk menentukan massalah penelitian dan penyusunan proposal penelitian tindakan kepengawasan
-    Melaksanakan penelitian kepengawasan disekolah binaan masing-masing 
-    Melakukan bimbingan intensif baik secara kelompok maupun individual yang menemui permasalahan dalam melakukan penelitian.
Hasil Pengamatan , pengamatan dilakukn terhadap peningkatan kemampuan pengawas  sekolah dalam bidang penelitian berupa kemampuan menetapkan permasalahan penelitian ,merumuskan masalah penelitian,  menentukan tujuan /mamfaat penelitian dan kajian pustaka/teori serta menentukan metodologi penelitian.  Setelah berlansung pembinaan dan bimbingan dengan pendekatan kolaboratif pada siklus pertama terjadi perubahan yang sangat menggembirakan terhadap kemampuan pengawas dalam bidang penelitian seperti terlihat pada uraian  berikut ini :
1.    Pengawas sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD)
Dari 11 orang pengawas sekolah pada tingkat SD yang dijadikan sampel penelitian ini ternyata pada
siklus pertama sebanyak 4 orang dapat menyusun proposal penelitian dengan amat baik, yaitu sesuai dengan ketentuan penulisan proposal secara ilmiah, 3 orang baik lagi berada pada posisi baik ,dan  2 orang cukup serta 2 orang lagi masih berada pada kelompok kurang. Peneliti mengelompokkan pada cukup dan kurang sebanyak  4 orang, dikarenakan  adanya kurang sempurna pada penentuan masalah penelitian serta  tujuan penelitian yang sangat umum. Namun kalau dilihat dan dibandingkan dengan sebelum siklus pertama terjadi perubahan yang sangat signifikan yang mana pada kelompok amat baik dan baik berjumlah sebanyak 7 orang berarti sudah mencapai 68 % , sedangkan 32 % lagi sudah melakukan namun belum sempurna.
2.    Pengawas Sekolah pada tingkat SMP   
Untuk pengawas sekolah tingkat SMP dari 20 orang yang dijadikan sampel penelitian ternyata untuk
Siklus pertama juga menunjukkan perubahan kearah yang lebih sempurna , yang mana 8 orang sudah dapat menyusun proposal dengan amat baik dan 7 orang lagi  berada pada posisi baik, sedangkan untuk cukup dan kurang masing-masingnya 3 orang dan 2 orang . Kalau diperhatikan perkembangan peningkatan kemampuan pengawas sekolah tingkat SMP yang berada pada kelompok amat baik dan baik berjumlah sebanyak 15 orang hal ini kalau dilihat prosentasenya  sudah mencapai 75 %. Untuk yang 5 orang atau sebanyak 25% dia sudah memulai tapi masihbelum sempurna  pada  kajian teori dan metodologi penelitian .
3.    Pengawas sekolah pada tingkat SMA
Pengawas sekolah pada tingkat SMA dilingkungan dinas pendidikan kota Padang yang berjumlah
sebanyak 15 orang untuk sampel penelitian ini, dengan bimbingan dan pendekatan kolaboratif yang dicobakan untuk peningkatan kemampuan pengawas dalam bidang penelitian memang menunjukkan perubahan yang sangat mengembirakan, yaitu dari 15 orang yang dibimbing ternyata pada siklus pertama ada sebanyak 6 orang sudah dapat menyusun proposal dengan amat baik dan 4 orang lagi baik , sedangkan 3 orang cukup dan 2 orang lagi kurang . Kalau diamati perkembangan kemampuan pengawas tingkat SMA dibandingkan dengan sebelum diadakan bimbingan dan pendekatan kolaboratif memang sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan yaitu 6 orang baik sekali dan 4 orang baik berarti sudah 10 orang, kalau diambil prosentasenya sudah mencapai 67 % , sedangkan  yang 5 orang lagi dia sudah berbuat namun belum seperti yang diharapkan sesuai dengan indicator penelitian ini. 
4.    Pengawas sekolah tingkat SMK
Perkembangan peningkatan kemampuan pengawas sekolah dalam bidang penelitian  pada tingkat
SMK melalui bimbingan  dan pendekatan kolaboratif pada siklus pertama sudah menunjukan kearah yang lebih baik , yang mana dari 13 orang yang dikumpulkan datanya melalui dokumen dan pengamatan ternyata sebanyak 4 orang sudah dapat melakukan dengan amat baik, dan 4 orang lagi baik, sebanyak 8 orang ini sudah sesuai dengan ketentuan ilmiah dalam penelitian. Dan 5 orang lagi sudah melakukan penyusunan proposal penelitian namun masih ada kekurangan dalam beberapa komponen.   
    Kalau diperhatikan secara keseluruhan peningkatan kemampuan pengawas sekolah dalam bidang penelitian melalui bimbingan dan pendekatan kolaboratif untuk pengawas sekolah di kota Padang dari SD , SMP, SMA, dan SMK sebanyak 59 orang pada siklus pertama sudah mampu mengerjakan dengan amat baik sebanyak 22 orang dan baik 18 orang , kalau dilihat dari prosentasenya sudah mencapai 68 %, pada hal sebelumnya terdeteksi hanya 4 orang dari 59 orang atau 7 %.
B.    Siklus Kedua Pelaksanaan
1.    Perancanaan , untuk siklus kedua ini perencanaan disusun sebagai berikut:
-    Melakukan penyempurnaan program sesuai dengan refleksi pada siklus pertama .
-    Mensepakati jadwal pelaksanaan siklus kedua .
-    Membuat komitmen bersama untuk melengakapi kekurangan pada siklus pertama.
-    Mensepakati aturan-aturan yang ditetapkan dalam pelaksanaan bimbingan .
2.    Pelaksanaan , pada siklus kedua ini pelaksanaan dilakukan sebagai berikut:
-    Melakukan pertemuan awal untuk memantapkan langkah-langkah pelaksanaan .
-    Melakukan bimbingan dan pendekatan kolaboratif secara individu dan kelompok.
-    Melakukan bimbingan intensif kepada individual-individual yang menemui permasalahan dalam melakukan kegiatan penelitian.

3.    Hasil pengamatan
    Hasil pengamatan, observasi dan data dokumentasi yang dihimpun  terhadap peningkatan kemampuan pengawas sekolah dalam bidang penelitian  di lingkungan dinas pendidikan kota Padang, pada siklus kedua ini dapat dilaporkan sebagai berikut:           
-    Adanya peningkatan kemampuan pengawas sekolah dalam bidang penelitian yang dibuktikan dengan tersusunnya proposal penelitian dengan baik sesuai dengan ketentuan ilmiah sebanyak 57 orang yang terdiri dari pengawas SD 11 orang, SMP 20 orang, SMA 14 orang , dan SMK 12 orang. Hanya dua orang lagi yang belum terdokumen dengan baik proposal penelitian tindakan kepengawasan, namun keduanya sudah melakukannya.
-    Pelaksanaan penelitian disekolah binaan masing-masing, ternyata dari data observasi dan dokumen diketahui sebanyak 50 orang telah melakukan dengan baik penelitian sesuai dengan rancangan proposal yang disusun, yang terdiri dari pengawas SD 9 orang, pengawas SMP 18 orang, pengawas SMA 12 orang, dan pengawas SMK 11 orang. Sedangkan 9 orang lagi juga telah melakukan penelitian ,namun belum sesuai sebagianya dengan roposal .
-    Pengumpulan data penelitian , dari data dokumentasi tentang hasil penelitian yang dipresentasikan oleh masing-masing pengawas sekolah tercatat sebanyak 49 orang, yang terdiri dari pengawas SD 9 orang pengawas SMP 17 orang pengawas SMA 12 orang dan pengawas SMK 11 orang. Sebanyak 10 orang lagi juga sudah mengumpulkan data penelitian tapi belum lengkap sesuai dengan tujuan penelitian yang dirumuskan dalam proposal penelitian. 
C.    Siklus ketiga (III)
    Perencanan dan pelaksanaan siklus ketiga sama dengan perencanaan dan pelaksanaan  pada siklus kedua namun diintensifkan untuk beberapa kelompok dan individual untuk memaksimalkan meningkatkan kemampuan dalam bidang penelitian melalui bimbingan dan pendekatan kolaboratif. Disamping itu juga ada perlakuan khusus untuk beberapa orang yang mempunyai permasalahan khusus Berdasarkan hasil pengamatan, dan observasi serta data dukumentasi yang dihimpun terhadap peningkatan kemampuan pengawas sekolah di kota Padang melalui bimbingan dan pendekatan kolaboratif dapat diketahui hasilnya seperti terlihat pada grafik di bawah ini,   

GRAFIK 1 :  Kemampuan Pengawas dalam pembuatan Proposal Penelitian

-    Terjadi perubahan secara signifikan tentang kemampuan pengawas sekolah dalam Penyusunan proposal penelitian  di lingkungan dinas pendidikan kota Padang dari data yang dihimpun/dikumpulkan dari 59 orang pengawas sekolah yang dilakukan pembinaan melalui bimbingan dan pendekatan kolaboratif ternyata hasilnya ada  peningkatan pada setiap siklus seperti, siklus satu 17 orang amat baik ( 29 % ), baik 13 orang ( 22 % ), cukup 17 orang  (29 % ) Untuk siklus kedua  44 orang amat baik (75 % ), baik 13 orang (22 % ), sedangkan cukup 2 orang ( 3 % ) . Sedangkan untuk siklus ketiga terjadi peningkatan sebagai berikut ,yang berada pada posisi amat baik  46 orang ( 78 % ), baik 13 orang ( 22 % ) untuk cukup dan kurang tidak ada lagi.
GRAFIK 2 : Kemampuan Pengawas dalam Pengolahan data Penelitian

-    Pada pelaksanaan penelitian kepengawasan di sekolah binaan  melalui bimbingan dan pendekatan kolaboratif juga terjadi peningkatan yang sangat menggembirakan, yaitu dari siklus satu sampai siklus ketiga sebagai berikut : Pada siklus pertama yang amat baik, baik, cukup belum ada dari  59 orang pengawas  ,atau nol porsen,  atau pada siklus pertama berada pada posisi kurang. Karena siklus pertama focus kegiatan pada penyusunan proposal penelitian ,kegiatan penelitian dan pengelohan data penelitian dilaksnakan pada siklus kedua dan ketiga ,Tapi pada siklus kedua dan ketiga baru melihatkan peningkatan yang sangat berarti dalam pelaksanaan penelitian dan pengolahan data penelitian ini dapat  dilihat pada grafik di atas perkembangannya mulai dari siklus pertama sampai siklus ketiga . Pada siklus ketiga dari 59 orang pengawas sekolah ternyata yang amat baik 33 orang  (56 % ), berarti 33 orang ini dalam melakukan penelitian dan pengolahan hasil penelitian sudah sesuai dengan ketentuan ilmiah , dan untuk posisi baik sebanyak 17 orang atau (29 % ), dari  59 orang. Ini merupakan peningkatan yang sangat menggembirakan , sedangkan yang berada pada posisi cukup 6 orang ( 10 % ), dan kurang 3 orang (5 % ). Maksudnya sebanyak 9 orang ini juga sudah melakukan penelitian dan mengolah data penelitian tapi masih belum  sempurna sesuai dengan indicator yang ditetapkan. 

GRAFIK 3 : Kemampuan Pengawas dalam Penulisan Laporan Penelitian

-    Juga terjadi perubahan pada pengumpulan data dan pengolahannya, dari data pengawasan  yang dipresentasikan oleh masing – masing pengawas tercatat sebanyak 37 orang atau 63 % amat baik, 18 orang ( 31 % )baik, dan cukup 4 orang ( 7 % ). Hal ini sejalan dengan  yang melanjutkan atau yang dapat menyiapkan pada penulisan  laporan penelitian, dari laporan penelitian yang dikumpulkan dokumennya terhimpun dari 59 orang pengawas sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas,dan Sekolah Menengah Kejuruan. Sebanyak  37 orang ( 63 % ) laporan penelitiannya amat baik dan benar-benar sesuai dengan ketentuan penulisan ilmiah, untuk kelompok baik berjumlah sebanyak 18 orang ( 31 % ), dan untuk kelompok cukup 4 orang ( 7 % ).Ternyata yang empat orang ini mulai dari pengumpulan data sampai pada penulisan laporan,  dari data yang dikumpulkan melalui instumen ternyata memang ada beberapa hal yang belum sempurna hal ini disebabkan factor usia sudah mendekat pension dua orang dan masalah kemampuan menggunakan ICT dua  orang. Jadi kalau kita jumlahkan data pada kelompok amat baik dan baik pada ahkir penelitian kepengawasan ini tercatat sebanyak 55 orang ( 93 % ) sudah dapat menyiapkan penelitian kepengawasan sampai pada penulisan laporan penelitian. 
V.    PENUTUP


A.    Kesimpulan
Pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kepengawasan melalui bimbingan  dan  pendekatan  Kolaboratif untuk meningkatkan kemampuan pengawas dalam bidang penelitian dilingkungan dinas pendidikan kota Padang dapat disimpulkan seperti rincian di bawah ini :
1.    Bimbingan dan pendekatan kolaboratif sangat cocok dan kondusif dilakukan untuk pembinaan pengawas dalam bidang penelitian khususnya untuk pengawas kota Padang mulai dari pengawas tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK, dan pada umumnya pengawas Sumatera Barat.   
2.    Bimbingan dan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengawas sekolah dalam pembuatan proposal penelitian, pelaksanaan penelitian,pengumpulan data serta pengolahannya, dan penulisan laporan penelitian.
B.    Saran 
Pada bahagian ini disaran hal-hal sebagai berikut ,
1.    Dalam pelaksanaan bimbingan dan pendekatan kolaboratif  disarankan peneliti atau pembimbing harus berlaku bijaksana, empati, dan sabar dalam melakukan bimbingan terhadap teman – teman pengawas. 
2.    Penelitian tindakan kepengawasan sangat bermamfaat , untuk itu disarankan kepada birokrat atau yang mengambil kebijakan untuk memberikan anggaran yang memadai dan biasa digunakan untuk penelitian kepengawasan.
3.    Kepala sekolah mempunyai peran sentral di sekolah, untuk itu disarankan agar membuat program penelitian di sekolah masing-masing. 
4.    Kordinator pengawas sekolah yang anggotanya adalah pengawas , untuk itu disarankan bahwa Korwas beserta sekretaris untuk dapat menyusun program tahunan dan semester mengenai penelitian tindakan kepengawasan, sehingga pengawas sekolah terbimbing dan terarah dalam melakukan penelitian tindakan .

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,Suhar Sini.2002,Proseduur Penelitian , Rinike Cipta Jakarta 
Kepmendikbud, 2007. PP No. 19 Tahun 2007, Standar Proses untuk Satuan Pendidikan .Jakarta 
----------------- , 2010, PP No. 21 Tahun 2010, Jabata Pengawas dan Angka kriditnya. Jakarta
Fattah, Nur Amin. 2006. Diktat Mata Kuliah Metodologi Penelitian jilid I. Jakarta: Sekolah Tinggi Agama                                Islam Shalahuddin al-Ayyub.
Jupen, PTK, Implementasi Metode Eksplorasi Alam Takambang jadi Guru pada Mata pelajaran IPS. 2009.
Margono,S.2005. Metodologi Penelitian Pendidikan . Jakarta: Rinika Cipta.
Mulyana,Dedy, 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif, Pradigma Baru Ilmu Komonikasi dan Ilmu Sosial la                        Lainnya. Bandung: Rosda Karya 

Penulis: DRS H JUPEN MP.d  ( 08 Januari 2014 )

 
Berita Berita Kepengawasan Lainnya
. Pengawas Sekolah Harus Bisa Memenuhi Beberapa Kompetensi
. Doa Mulia Sang Pengawas
. Pengawas Bekerja Tanpa Program dan Pelaporan
. Harapan Padamu PengawasKu
. Peran Pengawas Sekolah Dipertanyakan
. Diklat Pengawas Resmi Dibuka Wawako Padang
. Menjadi Pengawas Sekolah Berkualitas (Oleh: Yunardi)
. Hore, Pengawas Sekolah Dapat Jatah Kendaraan Dinas di Rohil
. Pengawas Sekolah Memiliki Peran Memajukan Dunia Pendidikan
. Peran Pengawas Dalam Penerapan Manajemen Mutu Terpadu Di Sekolah
Undangan Upacara
Yth. Bapak/Ibu Pengawas Dinas Pendidikan Kota Padang

Diminta kehadirannya mengikuti upacara bendera bulanan yang dilaksanakan pada :
Hari : Senin / 17 Maret 2014
Pukul : 07.30 WIB
Tempat : GOR H. Agus Salim Padang
Pakaian : Korpri
Inspektur Upacara : Pj. Walikota Padang

Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Padang, 16 Maret 2014
Koordinator Pengawas

Drs. Muslim B, M.Pd
Cara Kirim Info/Berita/Artikel
Bagi rekan-rekan pengawas ataupun pembaca lainnya yang ingin mempublikasikan informasi/berita/artikel ke situs ini, dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:
1. Langsung dari situs ini, dgn cara:
- Arahkan mouse ke icon "Tentang Kami"
- Klik "Kontak"
- Isikan data dan informasinya di kolom "Pesan"
- Ikuti tulisan Security Code dan klik "Kirim"

2. Kirim dari email anda ke alamat email ini: info@pengawaspadang.com

Informasi yang diterima akan secepatnya dimuat setelah dilakukan editing seperlunya

Hormat kami,
Administrator
Search Engine OptimizationSubmit Express
Ketawa Achhh...
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Game Online Gemscool

 Top Download
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Arsip Berita
Maret 2013
Nopember 2013 60 
Desember 2013 134 
Januari 2014 142 
Februari 2014 50 
Maret 2014 81 
April 2014 86 
Mei 2014 57 
Juni 2014 21