Posting Terbaru
Respon Terbaru
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
>       01 02 03 04
> 05 06 07 08 09 10 11
> 12 13 14 15 16 17 18
> 19 20 21 22 23 24 25
> 26 27 28 29 30    



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Search events by...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
Wajah Pengawas Dlm Foto
video
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Gemscool

Dikhawatirkan Eks RSBI Tetap Mahal

Oleh wircop
Rabu, 04 Juni 2014 06:57:23 Klik: 526 Cetak: 141 Print version download versi msword

.

Gunungpangilun,— Meski Pemko Padang telah mencanangkan sekolah gratis tahun ajaran ini, namun sejumlah pihak tetap mengkhawatirkan sekolah eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tetap akan mahal. Ini terlihat dari sistem penerimaan siswa baru, melalui tahapan seleksi. Sedangkan sekolah lainnya menggunakan sistem online atau urutan nilai tertinggi.

Kekhawatiran itu disampaikan salah seorang orangtua siswa, Maihendra yang anaknya tengah menjalani ujian masuk di eks RSBI, SMAN 3 Padang. Ia mengaku hingga kini belum mengeluarkan biaya seleksi, tapi dia ragu bakal bebas pungutan nantinya.

Bapak tiga anak ini menyebut, sistem pendidikan gratis yang dicanangkan Pemko Padang tetap memiliki celah bagi sekolah melakukan pungutan, yakni melalui komite. "Jika seperti tahun lalu membayar uang masuk hingga Rp 5 juta, saya tak sanggup," ujar bapak yang bekerja sebagai tenaga marketing salah satu perusahaan swasta di Padang tersebut.

Senada disampaikan Fitra Rahmadi. Keponakannya yang tengah mengikuti tes masuk di SMAN 1 Padang.

Dia khawatir ada pungutan di sekolah eks RSBI ini. Seperti tahun lalu, meski sudah dihapuskan, tetap saja uang masuk mencapai Rp 4 juta. Belum lagi bulanan dan biaya lainnya.

"Kami sekeluarga sadar kalau pendidikan itu tak sepenuhnya gratis. Tapi jangan sampai jutaan untuk masuk sekolah," katanya.

Kepala SMAN 3 Padang, Syahrul ketika dikonfirmasi, memastikan penerimaan siswa baru di sekolah yang dipimpinnya gratis. Begitupun selama sekolah mengikuti proses belajar mengajar (PBM), Syahrul menjamin tidak ada pungutan. "Tidak ada uang pembangunan dan SPP. Kami juga tak akan berani melakukan pelanggaran," katanya.

Namun, Syahrul beralasan tidak bisa mengintervensi komite bila hendak membantu sekolah.

Kepala SMAN 1 Padang, Barlius juga menyatakan tidak membenani orangtua siswa mulai tahapan seleksi hingga tamat sekolah. "Aturan dari Pemko sudah ada, tidak ada pungutan," katanya.

Dia tetap yakin kualitas pendidikan di sekolah tetap terjaga. Pasalnya, para guru tidak digaji oleh orangtua siswa, tapi oleh pemerintah. "Guru ini tetap mendidik siswa seperti biasa, meski tidak menggunakan label RSBI lagi," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Padang, Indang Dewata menyadari bisa saja ada celah sekolah melakukan pungutan melalui komite. Karena itu, dia mengingatkan komite meminta persetujuan Dinas Pendidikan bila ada sumbangan dari orangtua.

"Misalnya, sekolah mengajukan program pengadaan mobiler, Disdik akan melakukan evalausi, jika hal itu bisa diajukan nanti dengan dana alokasi khusus (DAK), maka tidak akan disetujui. Jadi, tak sembarang program saja yang diajukan sekolah ke komite," katanya.

Indang menegaskan hal ini akan diberlakukan di seluruh sekolah negeri. Artinya, eks RSBI juga tidak akan diberi peluang melakukan pungutan. Tidak ada program sekolah yang diajukan ke komite tanpa diketahui Disdik Padang.

"Kalau program tersebut bisa dicarikan solusinya dengan menggunakan APBN, tidak diberi izin dibantu oleh orangtua siswa," katanya.

Jika ada program yang disetujui Disdik, kata Indang, pengumpulan dananya tidak dibebankan rata pada orangtua murid. "Tidak ada nominal yang ditetapkan dalam membantu. Artinya, yang tidak mampu dipersilakan berapa sanggup membantu. Jika tak sanggup tidak ada kaitannya dengan akademik siswa," katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Padang, Zaharman mengingatkan komite sekolah tidak seenaknya memberlakukan sumbangan pada orangtua siswa. "Komite pun jangan mau ditekan pihak sekolah. Program yang diajukan sekolah mesti dikaji terlebih dahulu. Komite tentu lebih paham tentang kondisi ekonomi orangtua murid. Komite juga harus cerdas. Jangan hanya setuju saja," katanya.

Sumber: Padang Ekspres, 27-05-2014

 
Berita Berita Sekolah Lainnya
. SMA Negeri Cuma Tampung Separuh
. 21 Sekolah Diusulkan Dapat Adiwiyata
. MTsN dan MAN Jangan Dianaktirikan
. KPAI Minta Sekolah Penuhi Standar Perlindungan Anak
. Sekolah Dilarang Jual Seragam
. Ratusan Siswa Dipulangkan
. Kunci Jawaban Beredar di SMPN 16 Padang
. Wagub Sumut Puji Mobil Golf Rakitan SMK Multi Karya
. DIGELAR NGO WIJABA : SD 21 Jati Utara Juara Lomba K 5
. Mobil Listrik Meluncur dari SMKN 2 Wonogiri
Undangan Upacara
Yth. Bapak/Ibu Pengawas Dinas Pendidikan Kota Padang

Diminta kehadirannya mengikuti upacara bendera bulanan yang dilaksanakan pada :
Hari : Senin / 17 Maret 2014
Pukul : 07.30 WIB
Tempat : GOR H. Agus Salim Padang
Pakaian : Korpri
Inspektur Upacara : Pj. Walikota Padang

Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Padang, 16 Maret 2014
Koordinator Pengawas

Drs. Muslim B, M.Pd
Cara Kirim Info/Berita/Artikel
Bagi rekan-rekan pengawas ataupun pembaca lainnya yang ingin mempublikasikan informasi/berita/artikel ke situs ini, dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:
1. Langsung dari situs ini, dgn cara:
- Arahkan mouse ke icon "Tentang Kami"
- Klik "Kontak"
- Isikan data dan informasinya di kolom "Pesan"
- Ikuti tulisan Security Code dan klik "Kirim"

2. Kirim dari email anda ke alamat email ini: info@pengawaspadang.com

Informasi yang diterima akan secepatnya dimuat setelah dilakukan editing seperlunya

Hormat kami,
Administrator
Search Engine OptimizationSubmit Express
Ketawa Achhh...
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Game Online Gemscool

 Top Download
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Arsip Berita
Maret 2013
Nopember 2013 60 
Desember 2013 134 
Januari 2014 142 
Februari 2014 50 
Maret 2014 81 
April 2014 86 
Mei 2014 57 
Juni 2014 21