Posting Terbaru
Respon Terbaru
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
>       01 02 03 04
> 05 06 07 08 09 10 11
> 12 13 14 15 16 17 18
> 19 20 21 22 23 24 25
> 26 27 28 29 30    



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Search events by...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
Wajah Pengawas Dlm Foto
video
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Gemscool

Maraknya Perzinaan di Ranah Minang

Oleh wircop
Kamis, 08 Mei 2014 07:10:37 Klik: 698 Cetak: 119 Print version download versi msword

.

Kasus ‘dulu bajak dari pado padati’ seperti tak terbendung di Ranah Minangkabau, daerah yang dikenal dengan falsafah ‘adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah’ (ABS SBK). Dulu bajak dari pado padati, artinya hamil dulu sebelum menikah. Bahkan di Kabupaten Limapuluh Kota, dari hasil penelitian Dinas Kese­hatan daerah tersebut, sebagaimana yang dimuat sejumlah media massa, kasus hamil luar nikah mencapai 200 kasus. Umumnya mereka berusia muda.

Tidak tertutup kemungkinan fenomena di Kabupaten Limapuluh Kota, seperti fenomena gunung es di tengah lautan kutub. Yang tampak atau mumcul di permukaan hanya puncaknya saja (dengan ukuran yang relatif kecil). Sementara di bawah permukaan air, sesungguhnya gunung itu berukuran sangat besar. Artinya, bisa jadi kasus hamil luar nikah di Limapuluh Kota, jumlahnya mungkin lebih besar dari itu.

Maraknya kasus hamil di luar nikah memang meletup di Kabupaten Lima­puluh Kota. Tapi bukan berarti daerah-daerah lain di Ranah Minang terbebas dari praktik asusila tersebut. Perumpamannya hanya 10-11 saja. Di Limapuluh Kota, kasus yang mencuat adalah batalnya tiga siswi  SLTA, masing-masing siswi SMAN 1 Luhak, siswi SMAN 1 Situjuh dan siswi SMAN 1 Harau mengikuti Ujian Nasional (UN) pada bulan April 2014. Tiga siswi itu memilih mundur dari sekolah karena dalam kondisi hamil.

Berikutnya, kasus asusila di Kabu­paten Limapuluh Kota yang terjadi pada salah seorang siswi MTs di Kecamatan Guguk. Ada beberapa friksi pandang dalam masalah ini. Ada yang mengatakan siswi MTs itu diperkosa, bahkan melibat­kan banyak orang dan ada pula friksi bahwa hubungan badan yang mereka lakukan atas suka sama suka. Namun karena perempuannya masih dibawa umur maka lelaki pasangannya dijadikan sebagai tersangka.

Dalam dua bulan terakhir juga ada dua kasus asusila yang mencuat di Kabupaten Sijunjung. Kasus pertama, pembuangan bayi oleh orang tak dikenal. Bayi itu diletakan di pos ronda. Kuat dugaan bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap alias perzinaan pasangan pacaran. Berikutnya di Sijunjung juga ditemukan mayat bayi korban mutilasi yang dibuang ditumpukan sampah. Sejumlah organ bayi malang itu sudah tidak ditemukan lagi. Setelah diselidiki ternyata bayi itu hasil hubungan gelap warga setempat. Perem­puan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Banyak lagi kasus lainnya yang terjadi di berbagai daerah di Ranah Minangkabu ini. Kejadian terakhir adalah ditemukannya mayat bayi di dekat Pasar Lereng, Kota Bukitinggi. Kuat dugaan bayi yang dibuang tersebut adalah hasil hubungan luar nikah.  Selanjutnya juga terungkap pelajar yang berpacaran dengan pria yang beprofesi sebagai supir di Limapuluh Kota hingga dinyatakan hamil.

Tibo di mato indak dipiciangkan, tibo diparuik indak dikampihkan. Ini adalah fakta yang terjadi di kampung kita dan mesti menjadi PR bagi kita semuanya. Ini adalah pekerjaan rumah bagi para orang tua, mamak, guru, ulama, tokoh adat  dan pemerintah daerah.

Kita sangat yakin maraknya kasus asusila di berbagai daerah di Ranah Minang juga sebagai salah satu dampak dari penggunaan alat komunikasi seperti HP pintar, tayangan televisi dan lainnya. Dengan HP pintar yang dimiliki oleh si anak, dengan jaringan internetnya, dia bebas mengakses informasi apa saja. Jika tidak dikawal ketat, anak-kemenakan kita akan terjerumus dalam pengaruh negatif. Persoalan di Ranah Minang saat ini, mesti mendapat perhatian serius dari semua kalangan.

Sumber: Haluan, 08 Mei 2014

 
Berita Sosial Lainnya
. Tutup Warung Esek-esek
. Akta Kelahiran Gratis di Mobil Keliling
. Korban Dipaksa Beradegan Mesum
. DPRD Pertanyakan Sumber Anggarannya
. Enam Pasangan Mesum Diamankan
. Satpol PP Kawal Anjal di Persimpangan
. Keraguan adalah Musuh Kehidupan
. Bersalahkah Menitipkan Orangtua di Panti Lantaran Kesibukan ?
. Awas, Rabies Mengganas di Padang
. Tenda Biru, 12 Pasangan Mesum Terjaring
Undangan Upacara
Yth. Bapak/Ibu Pengawas Dinas Pendidikan Kota Padang

Diminta kehadirannya mengikuti upacara bendera bulanan yang dilaksanakan pada :
Hari : Senin / 17 Maret 2014
Pukul : 07.30 WIB
Tempat : GOR H. Agus Salim Padang
Pakaian : Korpri
Inspektur Upacara : Pj. Walikota Padang

Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Padang, 16 Maret 2014
Koordinator Pengawas

Drs. Muslim B, M.Pd
Cara Kirim Info/Berita/Artikel
Bagi rekan-rekan pengawas ataupun pembaca lainnya yang ingin mempublikasikan informasi/berita/artikel ke situs ini, dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:
1. Langsung dari situs ini, dgn cara:
- Arahkan mouse ke icon "Tentang Kami"
- Klik "Kontak"
- Isikan data dan informasinya di kolom "Pesan"
- Ikuti tulisan Security Code dan klik "Kirim"

2. Kirim dari email anda ke alamat email ini: info@pengawaspadang.com

Informasi yang diterima akan secepatnya dimuat setelah dilakukan editing seperlunya

Hormat kami,
Administrator
Search Engine OptimizationSubmit Express
Ketawa Achhh...
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Game Online Gemscool

 Top Download
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Arsip Berita
Maret 2013
Nopember 2013 60 
Desember 2013 134 
Januari 2014 142 
Februari 2014 50 
Maret 2014 81 
April 2014 86 
Mei 2014 57 
Juni 2014 21