Posting Terbaru
Respon Terbaru
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
>           01 02
> 03 04 05 06 07 08 09
> 10 11 12 13 14 15 16
> 17 18 19 20 21 22 23
> 24 25 26 27 28 29 30
> 31            



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Search events by...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
Wajah Pengawas Dlm Foto
video
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Gemscool

Zakat Mengantar Orang Berkarakter

Oleh wircop
Jumat, 06 Juni 2014 07:18:05 Klik: 477 Cetak: 115 Print version download versi msword

.

Sebagai orang ber­iman, tentu kita sepa­kat dengan ungkapan yang menyatakan bahwa harta, seberapa pun jumlahnya, tidak akan pernah mencukupi kebutuhan manu­sia. Dan semakin harta itu dikejar, maka  semakin lari dan tidak pernah  ketemu pangkalnya.

Hal ini sebagaimana dinya­takan oleh Rasulullah SAW, bila anak Adam diberikan satu bukit harta, maka dia akan menginginkan bukit yang kedua.

Tipikal orang seperti ini hanya ingin mengumpulkan harta yang sebanyak-banyaknya dan tidak pernah memikirkan orang lain. Padahal dalam setiap harta yang kita miliki ada hak orang lain yang harus dikeluarkan yakni zakat yang memang menjadi hak fakir miskin atau asnaf lainnya.

Falsafah inilah yang me­ngan­­tarkan kebanyakan orang sehingga sukses dalam menga­rungi samudra kehidupannya, bahwa hidup bukanlah untuk mengejar harta. “Hidup adalah amanah sebagai seorang kha­lifah dan seorang hamba. Bahkan ketika kita memiliki harta, kita harus menge­luarkan zakatnya, karena ada hak orang lain. Disadari atau tidak, sesungguhnya ada kenikmatan tersendiri ketika seseorang telah menunaikan kewajibannya dengan membayar zakat.

Sebagai orang mukmin sejati selalu merasa tidak tenang dan gelisah dalam kondisi apapun ketika belum melaksanakan salat lima waktu, hal yang sama dengan zakat. Namun ketika kewajiban zakat sudah ditunaikan maka hati ini terasa tenang dan ada kenyamanan tersendiri.

Karena sesungguhnya, hati yang tenang hanya akan dimiliki seseorang yang bersih jiwanya. Dan jiwa yang bersih berawal dari mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang bersih dan halal. Allah Ta’ala berfirman, “Ka­takanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaknya mereka me­­nun­duk­kan pan­dangan me­reka dan men­jaga kehorma­tannya, yang de­mikian itu lebih suci bagi mereka sesung­guhnya Allah Maha Me­­ng­eta­hui apa yang me­reka kerjakan.” (An-Nur: 30).

Allah Subha­nahu wa Ta’ala mengata­kan di dalam ayat tersebut, bahwa sucinya hati itu ter­jadi setelah menun­dukkan pandangan dan menja­ga kehormatan, yaitu menun­dukkan pandangan dari yang diharamkan Allah Ta’ala. Mengeluarkan zakat untuk menjaga kehalalan harta adalah salah satu bentuk menun­dukkan pandangan.

Harta yang tidak dikeluar­kan zakatnya tergolong harta yang halal namun tidak bersih karena ada hak orang lain yang ikut terkonsumsi. Ini yang menyebabkan seseorang kurang punya rasa peduli dan empati kepada orang lain.

Berbeda dengan orang yang terbiasa zakat atau ringan tangan menginfakkan hartanya dijalan Allah SWT. Mereka menyadari bahwa zakat adalah sebuah kewajiban dan satu jalan untuk memperkuat tali persaudaraan. Dan juga sebagai wujud kepedulian kepada umat Islam. Di samping itu, zakat membebaskan kita dari kewa­jiban syariat sekaligus bisa meringankan beban orang lain. Keyakinan ini yang mampu membuat seseorang mempunyai karakter yang positif.

Namun demikian tidak semua orang yang mengaku beriman memiliki kesadaran untuk menunaikan zakat. Ada banyak alasan yang dijadikan dalih untuk belum menunaikan zakat. Misalnya masih banyak kebutuhan sehingga tidak mencukupi satu nisab atau sengaja menghindari satu nisab dengan cara mengurangi bila telah mendekati kewajiban.

Padahal, jikalau zakat itu ditunaikan bagi orang yang sudah berkewajiban, maka nilai manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh muzaki, akan tetapi juga sangat dirasakan dan dinikmati oleh penerima karena mengandung ibadah sosial yang mampu berperan membantu perekonomian kalangan dhua’afa sekaligus mensejahterakan karena di dalamnya menyimpan  pesan sosial yang sangat besar untuk sesama.

Tentu kita sepakat bahwa zakat memiliki banyak hikmah bagi kehidupan seorang muslim. Diantara sekian banyak man­faat zakat, salah satu fungsi zakat yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah membina kerukunan umat di tengah masyarakat.

Karena kerukunan yang solid dapat memperkokoh persatuan bangsa. Islam menganjurkan persatuan umat dan mencegah berbagai konflik di kalangan kaum muslimin. Zakat adalah media komunikasi antara muslim kaya dan muslim miskin sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial dan jurang pemisah dalam kehi­dupan.

Selain manfaat tersebut di atas, zakat juga dapat mela­pangkan dada dan mene­nangkan hati apabila didasari dengan dua hal. Pertama, ketika mengeluarkan zakat harus dengan lapang dada bukan dengan terpaksa sehing­ga hati akan mengikutinya. Karena hati akan gelisah ketika seseorang meninggalkan kebia­saan baiknya. Kedua, harus sanggup mengeluarkan harta­nya dari hatinya sebelum dikeluarkan dari tangannya. Karena harta yang dikeluarkan tidak akan membawa manfaat jika mengeluarkan dengan tangannya tetapi masih diikat oleh hatinya.

Jika dua hal tersebut terpenuhi bagi seorang muzaki, maka akan mampu mengan­tarkan seseorang menjadi orang berkarakter dan mempunyai empati yang cukup terhadap orang lain, lebih-lebih kepada yang membutuhkan bantuan.

Dan sesungguhnya mere­kalah orang yang kaya hati, yang senantiasa menge­de­pankan hak dan kepentingan orang lain, tentu dengan tidak meninggalkan hak dirinya. Semoga kita termasuk salah satu diantara mereka, Amin. Wallahu A’lam bishowab.

Sumber: Haluan, 06 Juni 2014

 
Berita Spiritual Lainnya
. Kisah Sedih Muslimah yang Dilarang Berjilbab
. Awas, Ada Air Zamzam Palsu!
. Hari Ini, Islam Jadi Agama Terbesar di Dunia
. Ini Pandangan Islam Soal KB
. Bagaiman Donor Darah Itu ?
. KUA Kuranji Tetap Layani Prosesi Nikah Diluar Balai Nikah
. Paus: Banyak Kekerasan Terjadi, Ada Apa dengan Hati Manusia?
. Google Blokir Akun Politisi Belanda Pembenci Islam
. PGI Nilai Yudhoyono Melanggar Konstitusi
. Ketika Aku Siuman dari Atheisme
Undangan Upacara
Yth. Bapak/Ibu Pengawas Dinas Pendidikan Kota Padang

Diminta kehadirannya mengikuti upacara bendera bulanan yang dilaksanakan pada :
Hari : Senin / 17 Maret 2014
Pukul : 07.30 WIB
Tempat : GOR H. Agus Salim Padang
Pakaian : Korpri
Inspektur Upacara : Pj. Walikota Padang

Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Padang, 16 Maret 2014
Koordinator Pengawas

Drs. Muslim B, M.Pd
Cara Kirim Info/Berita/Artikel
Bagi rekan-rekan pengawas ataupun pembaca lainnya yang ingin mempublikasikan informasi/berita/artikel ke situs ini, dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:
1. Langsung dari situs ini, dgn cara:
- Arahkan mouse ke icon "Tentang Kami"
- Klik "Kontak"
- Isikan data dan informasinya di kolom "Pesan"
- Ikuti tulisan Security Code dan klik "Kirim"

2. Kirim dari email anda ke alamat email ini: info@pengawaspadang.com

Informasi yang diterima akan secepatnya dimuat setelah dilakukan editing seperlunya

Hormat kami,
Administrator
Search Engine OptimizationSubmit Express
Ketawa Achhh...
Orgen Tunggal Disewakan

Voucher Game Online Gemscool

 Top Download
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Arsip Berita
Maret 2013
Nopember 2013 60 
Desember 2013 134 
Januari 2014 142 
Februari 2014 50 
Maret 2014 81 
April 2014 86 
Mei 2014 57 
Juni 2014 21